Tuesday, October 6, 2015

#6 Waktu Luang Sebagian Besar Untuk Olahraga



Nama: Ferdiansyah
Umur: 24 tahun
Pekerjaan: TNI-AD
Asal: Sulawesi
Tempat Wawancara: Kebun Raya Bogor

Ferdiansyah dan ketiga orang temannya adalah tentara yang bertugas menjaga istana. Saya melakukan wawancara dengan Ferdiansyah yanng sedang duduk-duduk santai di Kebun Raya Bogor bersama dua orang temannya. Mereka baru saja melakukan aktivitas lari. Mereka adalah perantau yang sedang bertugas dibogor, dan sudah berada di bogor kira-kira satu tahun.

Kegiatan waktu luang yang dilakukan Ferdiansyah adalah...
“Kegiatan yang dilakukan lari sore, lumayan sering sih, muter-muter doang, paling muter-muter diluar istana. Suasananya lebih enak disini, sejuk rame.”

Leisure time menurut Ferdiansyah....
“Ya buat refreshing aja, kalo kesini jarang paling dua kali sebulan, sore hari, pagi hari. Alasannya karena bosan didalam, suntuk dan bete, makanya melakukan waktu luang.”

Suasana yang diharapkan Ferdiansyah untuk waktu luang..
“Tempat yang rame, sejuk, tempat yang bisa refreshing, pemandangan hijau, hobi saya olahraga, jadi waktu luang saya hampir sebagian besar untuk olahraga.”

Ia mengaku bahwa sebagian besar waktu luangnya dilakukan bersama teman, karena tinggal jauh dari keluarga dan ia adalah perantau. “Biasanya pergi sama teman karena keluaraga kan dikampung.”


“Biasanya dari teman, diajak teman juga kesini,teman sudah pernah pergi ke tempat bagus jadi diajak, jadi dari mulut ke mulut.” Jelas Ferdiansyah ketika ditanya mengenai referensi tempat waktu luang.

Pict: Ferdiansyah dan kedua teman TNI-AD

#5 Leisure Time Jangan Dibuang-buang



Nama: Wildan Muhammad
Umur: 19 tahun
Pekerjaan: Mahasiswa
Asal: Bogor
Tempat Wawancara: Museum Zoologi Bogor

               Wildan Muhammad adalah seorang mahasiswa dari IPB yang saya temui sedang asik selfie bersama teman-teman kuliahnya di Museum Zoologi Bogor. Karena saya tertarik kemudia saya mewawancarai Wildan dan menanyakan beberapa pertanyaan.

“Di museum ini kami menghitung jumlah pengunjung yang ada, kami juga refreshing.” Jelasnya ketika ditanya sedang apa berada di museum.
Kenapa pilih museum untuk jadi tempat refreshing?
“Karena disini banyak tempat menarik, membuat interest gitu, contohnya beberapa hewan yang purbakala, yang kayak seperti koelakan dan segala macem, berhubung sama dengan studi kami ya, jadi kami tertarik untuk datang kesini.” Jelas Wildan mengenai alasan pemilihan tempat untuk leisure time.

Seberapa penting leisure time untuk Wildan....
“Leisure time itu kan sama kayak waktu luang yang bisa kita manfaatkan untuk rekreasi, yang bisa membuat kita kembali untuk lebih kreatif. Leisure time itu penting untuk dimanfaatkan jadi jangan dibuang-buang.”

 “Kalo tempat untuk rekreasi sih cenderung saya melihatnya apa ya, sesuatu yang beda gitu, ga mainstream, dikampus ya itu-itu doang jadi pergi ke tempat yang jauh lebih berbeda dari kampus, biar lebih seger gitu.” Jelas Wildan mengenai suasana yang diharapkan untuk melakukan waktu luang.
Wildan mengaku mengetahui tempat-tempat untuk mengisi waktu luang dari social media. “Banyak sih kadang dari instagram, dari facebook, dari twitter atau dari dosen juga bisa”. Jelas Wildan.

Wildan menyukai tempat-tempat yang tidak mainstream untuk melakukan waktu luang. “Suasana lebih suka tenang, jadi kan kita bareng gitu sama kelompok atau teman-teman jadi biar lebih kerasa gitu ikatannya. kuliner juga suka, berhubung saya suka makan jadi suka kuliner.”

“Lebih sering sama temen, sama keluarga jarang. Minimal sekali sebulan untuk melakukan leisure time.” Jelas Wildan ketika ditanya seberapa sering melakukan waktu luang dan siapa yang biasanya diajak melakukan leisure time.

Pict: Wildan bersama teman-temannya

#4 Leisure Time Memang Harus Ada




Nama: Jonathan
Umur: 40 tahun
Pekerjaan: Wirausaha
Asal: Jakarta
Tempat Wawancara: Kebun Raya Bogor

Ketika saya sedang menyusuri Kebun Raya Bogor, saya melihat keluarga yang sedang asik bersantai. Pak Jonathan dan istri nya Nia serta 3 orang anaknya sedang melakukan kegiatan piknik di Kebun Raya Bogor. Saya menghampiri mereka dan menanyakan mengapa melakukan kegiatan leisure mereka di kebun raya,

“Di kota udah jarang yang kaya gini, kita cari suasana yang lain dibandingkan dikota. View, udara, pemandangan, hawa yang beda dari rumah.”
Leisure time menurut Jonathan...
“kalo buat saya sendiri, waktu luang memang harus ada yaa, apalagi kalo untuk yang sudah berkeluarga dan punya anak, kita harus menempatkan diri menyempatkan dan menyediakan waktu luang untuk bertamasya, gausah ke tempat-tempat yang mewah yang penting mereka senang. Kaya gini mereka kan enak tuh lagi lari-lari bebas. Jadi memang leisure time itu dibutuhkan ya untuk manusia, kenapa? Karena untuk mengatasi kepenatan aktivitas sehari-hari, salah satu nya untuk mengatasi itu sih.”

Selain itu menurut pak Jonathan waktu luang nya disesuaikan dengan kebutuhan yang sedang diinginkan keluarganya.
“Ga juga sih tergantung, kali ini kita mau temanya apa nih, mau alam nature, ya kita bawa ke tempat-tempat yang alam seperti inilah, kebun raya kalo udah sore gini kan, akses nya pun kalo dari jakarta ga terlalu jauh. Kedua, anak-anak ya memang suka aja,  bisa lari-lari bebas, kalo untuk seperti ini ya lebih enak tempat yang seperti ini, jadi bebas dan aman juga.”
“Biasa nya dari mulut ke mulut, dari teman, kita juga selalu googling di internet, kadang-kadang juga banyak sms kan, banyak sms nih dari bank, dari tempat-tempat wisata dari tour and travel lagi ada promo ini nih, kita liat aja kita pilih boleh juga nih ada promo menarik. “

Ternyata selain suasana yang dibutukan adalah alam pak Jonathan juga sering meluangkan waktu untuk kuliner.
“Biasanya kalo kita sudah cukup puas udah capek berwisata, kita kan pasti lapar nih, mau makan nah kita cari tempat makan apa nih yang enak, yang belum pernah kita coba.”

“Kita sih setiap minggu pasti menyempatkan waktu untuk leisure time, untuk bawa anak-anak jalan, mereka kan juga kasian ya sekolah dari senin sampe jumat sampe sore, jadi kita adakan waktu luanglah untuk ajak mereka jalan, kalo umpamanya kita lagi segan untuk yang jauh-jauh kita di seputar kota Jakarta aja, bawa kemana gitu, ke mall, berenang.” Jelasnya ketik saya menanyakan seberapa sering melakukan leisure time.

Pak Jonathan mengaku melakukan waktu luangnya sesuai dengan waktu yang tepat.
“Tergantung waktu, kalo waktunya dalam rangka sekolah gini, kita pergi yang dekat-dekat aja, nanti anak-anak juga ngerti kalo liburan jauh ada waktunya pas liburan panjang. Kalo waktu sekolah kan nanti takutnya kecapean malah ga bisa masuk sekolah nanti. Tapi nanti kalo liburan panjang baru kita pergi yang jauh-jauh. Kalo domestik masih banyak yang bagus kita kunjungi yang domestik dulu, tapi kalo misalnya lagi ada promo nih ke luar negeri, baru deh keluar, jadi tergantung kebutuhannya, dan nomer satu sekarang itu ya promo nya hahaha.”

“Kalo ibu hobby nya jalan-jalan, kalo bapak hobby nya kerja hahaha. Ibu hobbynya ngabisin duit.” Tambah isterinya ketika ditanya hobby kedua pasangan.


Pict: Pak Jonathan bersama isteri dan anak

#3 Waktu Luang Tidak Harus Mahal




Nama: Siti Fatimah
Umur: 26 tahun
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Asal: Jakarta, Cilandak
Tempat Wawancara: Kebun Raya Bogor

Pada hari sabtu tanggal 6 oktober 2015 saya berkunjung ke Kebun Raya Bogor dan mewawancarai Ibu Siti. Ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga, yang sedang melakukan kegiatan mengisi liburan akhir pekan bersama dengan anak dan suami nya di Kebun Raya Bogor. Ibu siti mengaku baru pertama kali mengunjungi Kebun raya Bogor.

 “Ini saya baru pertama kali sih mbak kesini, kebetulan saya dari Jakarta, terus pingin aja main-main liat ke Bogor nikmatin suasana sejuk aja.”

Ketika saya menanyakan mengapa pilih kebun raya bogor sebagai tempat diwaktu luangnya dibandingkan tempat wisata lain, ibu Siti menjawab,

“kalo kebun kan masih asri ya jadi masih banyak tumbuhan hijau, udara nya juga masih segar, dibandingkan jakarta kan udah banyak polusi, jadi kesini untuk refresh nyari udara segar aja.”

Waktu luang menurut ibu Siti adalah,
“kalo menurut saya pribadi untuk akhir pekan terutama untuk keluarga ya, ke tempat-tempat seperti ini ga harus ke tempat yang mewah atau mungkin ke mall ke tempat yang menghabiskan biaya banyak, saya lebih seneng ke tempat yang seperti ini aja.”

Saya juga menanyakan seberapa sering ibu Siti melakukan waktu luangnya,
“biasa nya saya selalu pergi kalo untuk akhir pekan, suami kan udah full time kerja dari senin sampe jumat jadi akhir pekan pasti luangin waktu untuk untuk keluarga aja, kita pasti pergi, kalo di jakarta sih mungkin yang paling sering ke ragunan ya, suasananya masih asri dan paling deket. “

“Saya suka ke alam karena udara nya lebih seger aja ya, jadi ga ada polusi,ana-anak main juga lebih bebas jadi anak-anak  juga bisa mengenal jenis-jenis tumbuhan apa aja, untuk pendidikan anak juga. “

Siti mengaku bahwa ia tidak memiliki budget dalam melakukan waktu luang, yang terpenting adalah kesenangan anak dan ia bisa mencari suasana baru untuk waktu luangnya. Kebutuhan yang biasa dibawa bekal untuk anak, selalu bawa dari rumah, minum cemilan-cemilan.

Pict: Ibu Siti dengan anaknya

#2 Profesi Sebagai Waktu Luang


Nama: Agung Gunanrono
Umur: 28 tahun
Pekerjaan: Guru Olahraga
Asal: Semarang
Tempat Wawancara: Taman Sempur

Agung adalah seorang Guru Olahraga, Seperti profesi nya, hobi utama dari Agung adalah olahraga. Agung mengatakan bahwa waktu luangnya sebagian besar digunakan untuk olahraga, joging, namun selain itu juga hang-out dengan teman-temannya.

“waktu luang saya paling banyak untuk olahraga, dan makan sama temen-temen, karaoke, kayak gitu-gitu aja.” Agung menambahkan bahwa tempat mengisi waktu luang yang sering dikunjungi adalahTaman Sempur, Taman Kencana dan C4.

“Saya hampir tiap hari sih, rumah saya dekat sini juga, tiap hari saya pasti ada waktu luang. Kebetulan saya guru olahraga, jadi saya setiap hari olahraga. Menurut saya waktu luang saya itu ya sesuai dengan hal yang saya sukai, jadi saya menggabungkan profesi saya dengan waktu luang saya, jadi satu, itulah makna waktu luang buat saya.” Jelas Agung ketika saya menanyakan seberapa penting waktu luang untuk Agung.

Saya juga menanyakan apa yang bisa menarik perhatian Agung dari kota Bogor, Agung menjawab,
“Bogor itu kota wisata, pertama ya bogor itu banyak tempat-tempat wisata, kedua disebut kota macet, banyak angkot segala macem tapi justru itu sebagai devisa nya kota bogor, justru banyak angkot semakin banyak orang luar yang pengen dateng ke bogor. Ntah dia belanja, rekereasi, Cuma nongkrong, otomatis ada lah pengunjung untuk kota bogor sendiri, karena memang tempat wisata nya banyak, yang disukai, mungkin ada juga yang baru-baru lagi, ada FO dan segala macem. Kalo menurut saya Bogor itu kota wisata.” Itulah penjelasan Agung mengenai kota Bogor.

Selain itu menurut Agung Bogor punya potensi untuk melakukan pengembangan kota yang lebih baik dengan diadakannya Event atau acara tertentu.

“Yang udah-udah kuliner laku, Bogor itu punya sisi hiburannya juga ya, apa lagi kayak reggae, kalo bogor dikasih reggae udah otomatis rame banget, ga mungkin ga rame.” Jelas Agung ketika ditanya mengenai event menarik yang ada di Bogor. Lalu saya menggali lebih dalam dan menanyakan alasannya mengapa, apakah memang sedang hits atau tidak.

 “mungkin, tapi saya sendiri ga suka, reggae itu sering di outdoor GOR padjajaran, sama di taman wisata atau taman topi, sering banget digelar disitu, pokoknya yang berbau-bau reggae disini pasti laku, apalagi sekarang sayangnya ya anak-anak SD SMP udah ngikut semua, jadi udah ga melihat ukuran umur lagi, tapi saya sendiri ga setuju, karena perkumpulan reggae tau sendiri kan, ntar habis itu berbau-bau Punk dan sebagainya. Kuliner rame, olahraga juga rame kok.” Jelas Agung mengenai pendapat nya tentang acara di Bogor.

Video: Agung bermain bulutangkis dengan muridnya

#1 Dari Kampung Hingga Ke Kota


Nama: Ibu Eneng Yani
Umur: 40 tahun
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Asal: Cicurug, Sukabumi
Tempat Wawancara: Taman Topi

Ibu Eneng Yani adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak laki-laki, ia sudah menjadi seorang janda semenjak kelahiran anaknya yang ke-2. Suami nya meninggal karena sakit, dan sekarang Ibu Yani tinggal bersama dengan ibu dan saudara kandungnya. Pertemuan saya berawal ketika saya mengunjungi Taman Topi, Ibu Yani terlihat sedang duduk di tikar dengan peralatan pikniknya menunggu anaknya bermain-main dengan temannya. Setelah saya mendekati ibu Yani, berikut merupakan hasil wawancara saya dengan beliau.

Ketika saya menanyakan kegiatan yang dilakukan oleh Ibu Yani, ia menjawab,

“Ini kan lagi nemenin anak-anak dari sekolahan, dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) semua, karena untuk anak-anak biar refreshing, ini kan hari olahraga, makanya ibu gurunya ngajakin udah kita naik kereta yuk!,  anak-anak kan belum pernah naik kereta, yaudah kita naik kereta aja kesini.”

Ibu Yani mengaku baru pertama kali mengunjungi kota bogor, alasannya adalah ingin ke kota.
“ya kan kita dari kampung, hehehe jadi dari kampung pingin ke kota, kan kalo sabtu minggu biasanya rame, jadi kita pilih nya hari biasa biar sepi, hari-hari sekolah, ini juga instruksi dari kepala sekolah biar anak-anak refreshing tapi sepulang sekolah.” Jelas ibu Yani.

Alasan ibu Yani memilih Taman Topi sebagai tempat waktu luang nya adalah karena aksesnya yang tidak rumit, melainkan hanya naik kereta saja. Sedangkan ketika dibandingkan dengan kebun raya bogor, ibu Yani menjawab bahwa belum pernah mengunjungi, karena alasan macet.

“Ibu guru sih bilang kebun raya bagus, tapi aksesnya macet, mendingan naik kereta, anak-anak juga seneng kan ya naik kereta, PP (pulang-pergi) aja, kalo naik kereta kan ga macet dan cepet, pulang nya naik kereta lagi nanti jam 5, makanya nunggu jam 5 nih hehehe”.

“Senengnya kalo di Bogor tuh banyak mainan, mainan apa aja ada. Pengen refreshing aja, pengen tau kalo lihat kota tuh gimana sih,  jadi kalo kesini ya ngeliat sesuatu yang aneh ya, kan beda ya kayak di kampung, jadi aneh”. Jelas ibu Yani ketika saya menanyakan mengapa menghabiskan waktu luangnya di Bogor.

Menurut ibu Yani waktu luang adalah ketika ia bisa menemani anak-anak nya jalan-jalan. Karena ibu Yani hampir menghabiskan seluruh waktunya untuk anaknya. Ibu Yani mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi mengenai tempat-tempat wisata dari tetangga dan kerabat yang sudah mengetahui tempat-tempat wisata.



Pict: Ibu Yani sedang bersantai menunggu anaknya



Monday, October 5, 2015

What is Bogor Leisure Project?

Hi everyone!

Saya Maria Karina Siagian mahasiswi S1 Marketing dari Prasetiya Mulya Business School. Pada salah satu mata kuliah saya yaitu Leisure Industry, saya mendapat project yaitu melakukan City Branding untuk meningkatkan Tourism dan jumlah wisatawan nusantara terhadap kota-kota di Indonesia. Kota yang dipilih untuk menjadi bahan project ini adalah kota Bogor.


Kenapa kota Bogor menjadi kota pilihan untuk project ini? Karena Bogor merupakan kota yang sangat strategis dan masih cukup banyak peluang untuk bisa membuat kota bogor menjadi lebih menarik di bidang tourism dan leisure sehingga dapat menarik wisatawan nusantara yang ingin berkunjung ke Bogor. Disamping permasalahan kota bogor yang ada, tentu kita bisa mencari solusi untuk perbaikan kota bogor kedepannya.

Untuk mengetahui kota Bogor lebih jauh, saya melakukan depth-interview kepada 6 orang informan yang sedang melakukan Leisure Time mereka di kota Bogor. Hal ini dilakukan untuk menggali insight atau mengetahui Customer Profiling dari wisatawan nusantara yang berada di bogor. Serta mengetahui makna Leisure bagi mereka. 

So, curious about them? Stay Tuned on this blog!

-------------------------------------


#BOGORLEISUREPROJECT
#GOBOGOR
#VISITBOGOR