Wednesday, November 11, 2015

Lemon8

 Pak Wisnu (Manager Marketing Lemon8)

Lemon8 berdiri sejak 2012, sebelum berkembang seperti sekarang target market dari lemon8 adalah orang bogor saja, tetangga yang satu komplek. “Tapi sekarang orang-orang udah pada tau dan udah mulai memasar orang Jakarta.” Jelas pak Wisnu.

Lemon8 merupakan salah satu cafe dan resto yang terletak di jalan Danau Bogor Raya, lebih tepatnya letaknya didalam sebuah kompleks perumahan yang terletak persis di samping pintu tol Bogor, Jawa Barat. Lemon8 memiliki tema cafe yang cozy dan moto ‘feels like home’ atau nyaman bagi pengunjungnya. Suasana yang ditawarkan dari letaknya yang terdapat di pojok dan jauh dari kebisingan kota, lemon8 termasuk salah satu cafe yang unik yang berada di Bogor. Jam operasional Lemon8 adalah 24 jam. Hal ini membuat lemon8 semakin menjadi beda dibandingkan dengan cafe lainnya. Untuk weekend yaitu sabtu dan minggu Lemon8 memberikan atraksi untuk pengunjungnya yaitu dengan live acoustic. Hal ini dilakukan karena pada saat weekend lemon8 memiliki pengunjung yang cukup ramai.


Media promosi yang digunakan oleh lemon8 adalah instagram dan lesmana, namun kotraknya sudah habis dengan lesmana, namun nanti akan diperpanjang lagi.” Social media sangat berpengaruh besar untu pengembangan lemon8 terutama instagram, ada food blogger seperti @visitbogor pernah datang dan itu sangat berpengaruh sekali sesudah posting dan bekerjasama dengan @visitbogor, dari yang pengunjung sepi hingga rame, dari luar bogor seperti jabodetabek.” Tegas pak Wisnu.

Sejauh ini komentar pengunjung mengenai lemon8 adalah tempatnya sudah bagus, namun untuk menu kurang variatif, karena memang dalam 3 bulan belakangan ini, lemon8 masih melakukan riset terhadap pengunjung mengenai apa yang customer sukai. Sehingga ada komen “kok menu nya ganti-ganti terus”. “Nah maka dari itu menu nya masih kami sortir untuk yang paling disukai hingga kurang disukai.” Jelas pak Wisnu.


               Lemon8 memiliki ciri khas menu minumannya yaitu Lemonade, sesuai dengan nama Cafe nya yang berarti lemonade. Ternyata menu favorite dari lemon8 adalah minuman lemonadenya. Tidak hanya itu menu makanan dari lemon8 juga bervariasi. Menu minuman lemon8 cukup bervariasi, terdapat pula minuman mengandung alkohol yaitu beer hingga minuman lainnya seperti kopi, jus, dan lainnya. Menu makanan yang unik adalah chicken uno, beradasarkan nama dari owner yang mengusungnya. Chicken Uno adalah Chikcen Strips yang bertumpuk dan porosi yang cukup besar. Dengan harga 75 ribu bisa di konsumsi untuk 3 orang. Menu ini menjadi diferensiasi dari lemon8 juga.  Varian makanan dari lemon8 yang mendominasi adalah chinese food, namun terdapat pula menu-menu masakan indonesia dan western food. Harga dari makanan dan minuman yang ditawarkan cukup tinggi namun masih terjangkau sesuai targetnya. Untuk harga minuman dimulai dari 10 ribu hingga 40 ribu rupiah. Dan untuk makanan dari mulai 21 ribu hingga 75 ribu rupiah.

Fasilitas yang tersedia dari lemon8 adalah wi-fi, board games, musik dan live band pada saat weekend. Lemon8 memiliki luas area yang cukup besar, terbagi menjadi 2 lantai indoor dan outdoor. Pada lantai 1 terdapat area indoor dan juga outdoor yang bisa menampung sekitar 90 orang. Sementara pada lantai 2 terdapat area indoor saja, yang bisa juga digunakan untuk keperluan tertentu seperti meeting, arisan dan sebagainya yang bisa mencakup kurang lebih 40 orang. Untuk keseluruhan kapasitas tempat lemon8 bisa mencakup sekitar kurang lebih 100 hingga 150 orang. Pengunjung teramai dari lemon8 bisa mencapai hit 350 orang dari pagi hingga malam. Dan dari kebanyakan pengunjung tersebut waktu yang paling ramai dikunjungi oleh customer adalah pada malam hari dan disaat weekend. Demand by hours dari lemon8 adalah diatas jam 9 malam, baru ramai akan pengunjung dibandingkan di siang hari. Lemon8 memiliki 30 karyawan yang diatur jadwal kerja nya beradasarkan shift. Hal ini dilakukan karena lemon8 memiliki jam operasional 24 jam.

Cyrano Cafe



Foto: Owner (Fabio)

Cyrano merupakan cafe baru yang berada di Jl. Surya Kencana. Jika dilihat dari luar letak cyrano berdekatan dengan toko elektronik. “Toko Elektronik yang dibawah itu punya ayah saya. Sangat bertolak belakang banget kan, cuman yang namanya passion, kita harus bisa liat peluang dimana akan ada kesempatan seperti apapun kita ambil.” Jelasnya ketika menjelaskan letak cafe nya yang berada di lantai 2.


“Konsep dari cyrano adalah dessert cafe yang punya character”. Karena pak febio melihat ada peluang di bogor, belum ada cafe dessert yang seperti ini. Di jakarta ada hong tang dan sumoboo untuk dessert cafe namun belum memunculkan karakter pada cafenya. Cyrano mencoba untuk lebih main ke karakter. Karakter dari Cyrano sendiri adalah kucing lucu yang didesign dan digambar sendiri oleh adik dan pacar Fabio.


Pak Fabio mengaku target market dari Cyrano adalah kelas ke A dan B tapi untuk dibogor. Ia mengaku semua kalangan bisa datang kesini. Menurut pak Fabio ada perbedaan dari kelas A dan B bogor dan jakarta. Di Bogor kelas A nya belum tentu sama seperti di jakarta, dan kelas A dibogor bisa saja sama dengan kelas B dijakarta. Untuk target umur dari anak-anak sampe umur 30 tahun keatas, semua kalangan, family dan anak muda. “Kita masang harganya ga terlalu mahal kok. Untuk dessert dari 20rb – 33rb.” Jelas Fabio ketika ditanya mengenai target market.



Aneka makanan dan minuman di Cyrano cukup bervariasi dari minuman Cyrano menjual beer hingga aneka minuman lainnya yang lengkap. Ketika ditanya mengapa menjual beer ia menjawab, “Smirnoff, bintang, bintang redler, itu cuman untuk menemani saja.” Harga minuman dari Cyrano juga terjangkau mulai dari 8 ribu hingga 25ribu rupiah. Dan untuk makanan mulai dari 18 ribu hingga 75 ribu rupiah. Cyrano buka mulai dari pukul 11 siang hingga 11 malam pada hari senin sampai jumat, hari sabtu pukul 11 siang hingga 12 malam dan di hari minggu buka pukul 11 siang hingga 10 malam. Total kapasitas customer Cyrano kira-kira 97 sampai 100 orang, karena Cyrano hanya 1 lantai saja. Cyrano paling ramai dikunjungi pada saat weekend, bisa sampai waiting list.



Diferensiasi dari Cyrano adalah karakter nya yaitu kelinci dan kucing kucing yang lucu. “ke depannya kita ada anekaragamn tema halloween, lebih ke suasana sama dessert, ada seasonal nya. Kayak kmaren pas 17 agustus ada nuansa merah putih”. Jelas pak Fabio mengenai diferensiasi dari Cyrano.Media social sangat berpengaruh untuk media pemasaran Cyrano seperti Instagram, Facebook, dan @visitbogor. “Untuk iklan, visit bogor meliput ke kita, orang jakarta pun pada dateng kesini, social media sangat amat parah ngaruh banget, dari orang yang bener-bener gatau, sampai ada loh yang telpon saya nanya kalo dari stasiun naik apa untuk kesitu, dari bandung juga dan dari jakarta.”

Fasilitas yang tersedia di Cyrano adalah, “wi-fi, live music digunakan jika ada event tertentu, TV untuk event tertentu, paling itu untuk fasilitas, Proyektor, sesuai eventnya aja. sisanya kita ke ambience, pelayanan harus nomer 1 sih menurut saya. Saya selalu liatin CCTV untuk cek setiap hari, makanya saya bingung kalo sampe ada yang bilang pelayanannya kurang.” Jumlah pekerja yamg ada di Cyrano adalah 25 orang,dan dibagi menjadi 2-3 shift. Agar pelayanannya tetap maksimal.

Kedai Surabi Kadoe

Foto: Ibu Susi dan Suami

Surabi Kadoe yang terletak di Jl. Sukasari Bogor memiliki rasa surabi yang nikmat dan enak. Surabi Kadoe sudah ada sejak 2 tahun yang lalu hingga sekarang. “Dulu suami kerja ditempat orang, akhirnya kita buka sendiri, tadinya ga disini”. Jelas ibu Susi mengenai histori dari Surabi Kadoe. Customer dari Surabi Kadoe sendiri kebanyakan berasal dari Bogor, namun dari Jakarta juga ada. Surabi Kadoe buka dari pukul 11 siang hingga 11 malam.

Menu makanan dari surabi kadoe sangat variatif, terdapat banyak rasa dari surabi nya dan ada juga menu lain seperti colekan, roti bakar, pisang bakar, indomie telor kornet. Harganya cukup terjangkau dari mulai 5.500 rupiah hingga 10.000 rupiah. Untuk minuman Surabi Kadoe juga cukup bervariatif dari mulai 1.000 rupiah hingga 7.500 rupiah.





Menurut ibu Susi diferensiasi dari surabi kadoe adalah rasa surabi nya yang bervariatif. Untuk dibogor saingan terbesarnya adalah Surabi Duren. Ibu susi menggunakan media pemasaran yaitu instagram (@surabi_kadoe), path, dan facebook. “kalo fb sm ig ngaruh, tapi kalo path kurang karena saya juga jarang buka path”, jelas ibu susi mengenai media pemasaran dari surabi kadoe.



Surabi Kadoe ramai pengunjung ketika weekend. Pada saat malam minggu sangat ramai bisa sampai waiting list, ibu Susi pun kewalahan menangani pengunjung yang datang ketika sedang ramai. “Hari biasa ga terlalu rame, kalo malam minggu sampe 18 kg, kalo 1 kg bisa jadi 30 surabi, paling banyak nyampe 20kg, karyawan aja ada 8, saya sampe kewalahan, ini sekrang lagi di istirahatin dulu.” Jelasnya.

Ketika ditanya mengenai komentar pengunjung mengenai surabi Kadoe Ibu Susi menjawab, “Komentar pengunjung beda-beda sih, ada yang bilang durennya enak, ada yang bilang beginilah begitulah.” Jelasnya. Untuk area yang disediakan Surabi Kadoe yaitu ada ruko yang bisa makan di dalam dan diluar. Menurut ibu Susi kompetitor terbesar Surabi Kadoe adalah surabi duren.

“Suasana yang diharapkan sebenernya tadinya disini kita pengen tema sunda gitu, disini belum keliatan, kalo sekarang kita tongkrongan banget, buat anak muda.” Jelas ibu Susi mengenai suasana seperti apa yang diharapkan Ibu Susi untuk Surabi Kadoe.

Tuesday, October 6, 2015

#6 Waktu Luang Sebagian Besar Untuk Olahraga



Nama: Ferdiansyah
Umur: 24 tahun
Pekerjaan: TNI-AD
Asal: Sulawesi
Tempat Wawancara: Kebun Raya Bogor

Ferdiansyah dan ketiga orang temannya adalah tentara yang bertugas menjaga istana. Saya melakukan wawancara dengan Ferdiansyah yanng sedang duduk-duduk santai di Kebun Raya Bogor bersama dua orang temannya. Mereka baru saja melakukan aktivitas lari. Mereka adalah perantau yang sedang bertugas dibogor, dan sudah berada di bogor kira-kira satu tahun.

Kegiatan waktu luang yang dilakukan Ferdiansyah adalah...
“Kegiatan yang dilakukan lari sore, lumayan sering sih, muter-muter doang, paling muter-muter diluar istana. Suasananya lebih enak disini, sejuk rame.”

Leisure time menurut Ferdiansyah....
“Ya buat refreshing aja, kalo kesini jarang paling dua kali sebulan, sore hari, pagi hari. Alasannya karena bosan didalam, suntuk dan bete, makanya melakukan waktu luang.”

Suasana yang diharapkan Ferdiansyah untuk waktu luang..
“Tempat yang rame, sejuk, tempat yang bisa refreshing, pemandangan hijau, hobi saya olahraga, jadi waktu luang saya hampir sebagian besar untuk olahraga.”

Ia mengaku bahwa sebagian besar waktu luangnya dilakukan bersama teman, karena tinggal jauh dari keluarga dan ia adalah perantau. “Biasanya pergi sama teman karena keluaraga kan dikampung.”


“Biasanya dari teman, diajak teman juga kesini,teman sudah pernah pergi ke tempat bagus jadi diajak, jadi dari mulut ke mulut.” Jelas Ferdiansyah ketika ditanya mengenai referensi tempat waktu luang.

Pict: Ferdiansyah dan kedua teman TNI-AD

#5 Leisure Time Jangan Dibuang-buang



Nama: Wildan Muhammad
Umur: 19 tahun
Pekerjaan: Mahasiswa
Asal: Bogor
Tempat Wawancara: Museum Zoologi Bogor

               Wildan Muhammad adalah seorang mahasiswa dari IPB yang saya temui sedang asik selfie bersama teman-teman kuliahnya di Museum Zoologi Bogor. Karena saya tertarik kemudia saya mewawancarai Wildan dan menanyakan beberapa pertanyaan.

“Di museum ini kami menghitung jumlah pengunjung yang ada, kami juga refreshing.” Jelasnya ketika ditanya sedang apa berada di museum.
Kenapa pilih museum untuk jadi tempat refreshing?
“Karena disini banyak tempat menarik, membuat interest gitu, contohnya beberapa hewan yang purbakala, yang kayak seperti koelakan dan segala macem, berhubung sama dengan studi kami ya, jadi kami tertarik untuk datang kesini.” Jelas Wildan mengenai alasan pemilihan tempat untuk leisure time.

Seberapa penting leisure time untuk Wildan....
“Leisure time itu kan sama kayak waktu luang yang bisa kita manfaatkan untuk rekreasi, yang bisa membuat kita kembali untuk lebih kreatif. Leisure time itu penting untuk dimanfaatkan jadi jangan dibuang-buang.”

 “Kalo tempat untuk rekreasi sih cenderung saya melihatnya apa ya, sesuatu yang beda gitu, ga mainstream, dikampus ya itu-itu doang jadi pergi ke tempat yang jauh lebih berbeda dari kampus, biar lebih seger gitu.” Jelas Wildan mengenai suasana yang diharapkan untuk melakukan waktu luang.
Wildan mengaku mengetahui tempat-tempat untuk mengisi waktu luang dari social media. “Banyak sih kadang dari instagram, dari facebook, dari twitter atau dari dosen juga bisa”. Jelas Wildan.

Wildan menyukai tempat-tempat yang tidak mainstream untuk melakukan waktu luang. “Suasana lebih suka tenang, jadi kan kita bareng gitu sama kelompok atau teman-teman jadi biar lebih kerasa gitu ikatannya. kuliner juga suka, berhubung saya suka makan jadi suka kuliner.”

“Lebih sering sama temen, sama keluarga jarang. Minimal sekali sebulan untuk melakukan leisure time.” Jelas Wildan ketika ditanya seberapa sering melakukan waktu luang dan siapa yang biasanya diajak melakukan leisure time.

Pict: Wildan bersama teman-temannya

#4 Leisure Time Memang Harus Ada




Nama: Jonathan
Umur: 40 tahun
Pekerjaan: Wirausaha
Asal: Jakarta
Tempat Wawancara: Kebun Raya Bogor

Ketika saya sedang menyusuri Kebun Raya Bogor, saya melihat keluarga yang sedang asik bersantai. Pak Jonathan dan istri nya Nia serta 3 orang anaknya sedang melakukan kegiatan piknik di Kebun Raya Bogor. Saya menghampiri mereka dan menanyakan mengapa melakukan kegiatan leisure mereka di kebun raya,

“Di kota udah jarang yang kaya gini, kita cari suasana yang lain dibandingkan dikota. View, udara, pemandangan, hawa yang beda dari rumah.”
Leisure time menurut Jonathan...
“kalo buat saya sendiri, waktu luang memang harus ada yaa, apalagi kalo untuk yang sudah berkeluarga dan punya anak, kita harus menempatkan diri menyempatkan dan menyediakan waktu luang untuk bertamasya, gausah ke tempat-tempat yang mewah yang penting mereka senang. Kaya gini mereka kan enak tuh lagi lari-lari bebas. Jadi memang leisure time itu dibutuhkan ya untuk manusia, kenapa? Karena untuk mengatasi kepenatan aktivitas sehari-hari, salah satu nya untuk mengatasi itu sih.”

Selain itu menurut pak Jonathan waktu luang nya disesuaikan dengan kebutuhan yang sedang diinginkan keluarganya.
“Ga juga sih tergantung, kali ini kita mau temanya apa nih, mau alam nature, ya kita bawa ke tempat-tempat yang alam seperti inilah, kebun raya kalo udah sore gini kan, akses nya pun kalo dari jakarta ga terlalu jauh. Kedua, anak-anak ya memang suka aja,  bisa lari-lari bebas, kalo untuk seperti ini ya lebih enak tempat yang seperti ini, jadi bebas dan aman juga.”
“Biasa nya dari mulut ke mulut, dari teman, kita juga selalu googling di internet, kadang-kadang juga banyak sms kan, banyak sms nih dari bank, dari tempat-tempat wisata dari tour and travel lagi ada promo ini nih, kita liat aja kita pilih boleh juga nih ada promo menarik. “

Ternyata selain suasana yang dibutukan adalah alam pak Jonathan juga sering meluangkan waktu untuk kuliner.
“Biasanya kalo kita sudah cukup puas udah capek berwisata, kita kan pasti lapar nih, mau makan nah kita cari tempat makan apa nih yang enak, yang belum pernah kita coba.”

“Kita sih setiap minggu pasti menyempatkan waktu untuk leisure time, untuk bawa anak-anak jalan, mereka kan juga kasian ya sekolah dari senin sampe jumat sampe sore, jadi kita adakan waktu luanglah untuk ajak mereka jalan, kalo umpamanya kita lagi segan untuk yang jauh-jauh kita di seputar kota Jakarta aja, bawa kemana gitu, ke mall, berenang.” Jelasnya ketik saya menanyakan seberapa sering melakukan leisure time.

Pak Jonathan mengaku melakukan waktu luangnya sesuai dengan waktu yang tepat.
“Tergantung waktu, kalo waktunya dalam rangka sekolah gini, kita pergi yang dekat-dekat aja, nanti anak-anak juga ngerti kalo liburan jauh ada waktunya pas liburan panjang. Kalo waktu sekolah kan nanti takutnya kecapean malah ga bisa masuk sekolah nanti. Tapi nanti kalo liburan panjang baru kita pergi yang jauh-jauh. Kalo domestik masih banyak yang bagus kita kunjungi yang domestik dulu, tapi kalo misalnya lagi ada promo nih ke luar negeri, baru deh keluar, jadi tergantung kebutuhannya, dan nomer satu sekarang itu ya promo nya hahaha.”

“Kalo ibu hobby nya jalan-jalan, kalo bapak hobby nya kerja hahaha. Ibu hobbynya ngabisin duit.” Tambah isterinya ketika ditanya hobby kedua pasangan.


Pict: Pak Jonathan bersama isteri dan anak

#3 Waktu Luang Tidak Harus Mahal




Nama: Siti Fatimah
Umur: 26 tahun
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Asal: Jakarta, Cilandak
Tempat Wawancara: Kebun Raya Bogor

Pada hari sabtu tanggal 6 oktober 2015 saya berkunjung ke Kebun Raya Bogor dan mewawancarai Ibu Siti. Ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga, yang sedang melakukan kegiatan mengisi liburan akhir pekan bersama dengan anak dan suami nya di Kebun Raya Bogor. Ibu siti mengaku baru pertama kali mengunjungi Kebun raya Bogor.

 “Ini saya baru pertama kali sih mbak kesini, kebetulan saya dari Jakarta, terus pingin aja main-main liat ke Bogor nikmatin suasana sejuk aja.”

Ketika saya menanyakan mengapa pilih kebun raya bogor sebagai tempat diwaktu luangnya dibandingkan tempat wisata lain, ibu Siti menjawab,

“kalo kebun kan masih asri ya jadi masih banyak tumbuhan hijau, udara nya juga masih segar, dibandingkan jakarta kan udah banyak polusi, jadi kesini untuk refresh nyari udara segar aja.”

Waktu luang menurut ibu Siti adalah,
“kalo menurut saya pribadi untuk akhir pekan terutama untuk keluarga ya, ke tempat-tempat seperti ini ga harus ke tempat yang mewah atau mungkin ke mall ke tempat yang menghabiskan biaya banyak, saya lebih seneng ke tempat yang seperti ini aja.”

Saya juga menanyakan seberapa sering ibu Siti melakukan waktu luangnya,
“biasa nya saya selalu pergi kalo untuk akhir pekan, suami kan udah full time kerja dari senin sampe jumat jadi akhir pekan pasti luangin waktu untuk untuk keluarga aja, kita pasti pergi, kalo di jakarta sih mungkin yang paling sering ke ragunan ya, suasananya masih asri dan paling deket. “

“Saya suka ke alam karena udara nya lebih seger aja ya, jadi ga ada polusi,ana-anak main juga lebih bebas jadi anak-anak  juga bisa mengenal jenis-jenis tumbuhan apa aja, untuk pendidikan anak juga. “

Siti mengaku bahwa ia tidak memiliki budget dalam melakukan waktu luang, yang terpenting adalah kesenangan anak dan ia bisa mencari suasana baru untuk waktu luangnya. Kebutuhan yang biasa dibawa bekal untuk anak, selalu bawa dari rumah, minum cemilan-cemilan.

Pict: Ibu Siti dengan anaknya

#2 Profesi Sebagai Waktu Luang


Nama: Agung Gunanrono
Umur: 28 tahun
Pekerjaan: Guru Olahraga
Asal: Semarang
Tempat Wawancara: Taman Sempur

Agung adalah seorang Guru Olahraga, Seperti profesi nya, hobi utama dari Agung adalah olahraga. Agung mengatakan bahwa waktu luangnya sebagian besar digunakan untuk olahraga, joging, namun selain itu juga hang-out dengan teman-temannya.

“waktu luang saya paling banyak untuk olahraga, dan makan sama temen-temen, karaoke, kayak gitu-gitu aja.” Agung menambahkan bahwa tempat mengisi waktu luang yang sering dikunjungi adalahTaman Sempur, Taman Kencana dan C4.

“Saya hampir tiap hari sih, rumah saya dekat sini juga, tiap hari saya pasti ada waktu luang. Kebetulan saya guru olahraga, jadi saya setiap hari olahraga. Menurut saya waktu luang saya itu ya sesuai dengan hal yang saya sukai, jadi saya menggabungkan profesi saya dengan waktu luang saya, jadi satu, itulah makna waktu luang buat saya.” Jelas Agung ketika saya menanyakan seberapa penting waktu luang untuk Agung.

Saya juga menanyakan apa yang bisa menarik perhatian Agung dari kota Bogor, Agung menjawab,
“Bogor itu kota wisata, pertama ya bogor itu banyak tempat-tempat wisata, kedua disebut kota macet, banyak angkot segala macem tapi justru itu sebagai devisa nya kota bogor, justru banyak angkot semakin banyak orang luar yang pengen dateng ke bogor. Ntah dia belanja, rekereasi, Cuma nongkrong, otomatis ada lah pengunjung untuk kota bogor sendiri, karena memang tempat wisata nya banyak, yang disukai, mungkin ada juga yang baru-baru lagi, ada FO dan segala macem. Kalo menurut saya Bogor itu kota wisata.” Itulah penjelasan Agung mengenai kota Bogor.

Selain itu menurut Agung Bogor punya potensi untuk melakukan pengembangan kota yang lebih baik dengan diadakannya Event atau acara tertentu.

“Yang udah-udah kuliner laku, Bogor itu punya sisi hiburannya juga ya, apa lagi kayak reggae, kalo bogor dikasih reggae udah otomatis rame banget, ga mungkin ga rame.” Jelas Agung ketika ditanya mengenai event menarik yang ada di Bogor. Lalu saya menggali lebih dalam dan menanyakan alasannya mengapa, apakah memang sedang hits atau tidak.

 “mungkin, tapi saya sendiri ga suka, reggae itu sering di outdoor GOR padjajaran, sama di taman wisata atau taman topi, sering banget digelar disitu, pokoknya yang berbau-bau reggae disini pasti laku, apalagi sekarang sayangnya ya anak-anak SD SMP udah ngikut semua, jadi udah ga melihat ukuran umur lagi, tapi saya sendiri ga setuju, karena perkumpulan reggae tau sendiri kan, ntar habis itu berbau-bau Punk dan sebagainya. Kuliner rame, olahraga juga rame kok.” Jelas Agung mengenai pendapat nya tentang acara di Bogor.

Video: Agung bermain bulutangkis dengan muridnya

#1 Dari Kampung Hingga Ke Kota


Nama: Ibu Eneng Yani
Umur: 40 tahun
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Asal: Cicurug, Sukabumi
Tempat Wawancara: Taman Topi

Ibu Eneng Yani adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak laki-laki, ia sudah menjadi seorang janda semenjak kelahiran anaknya yang ke-2. Suami nya meninggal karena sakit, dan sekarang Ibu Yani tinggal bersama dengan ibu dan saudara kandungnya. Pertemuan saya berawal ketika saya mengunjungi Taman Topi, Ibu Yani terlihat sedang duduk di tikar dengan peralatan pikniknya menunggu anaknya bermain-main dengan temannya. Setelah saya mendekati ibu Yani, berikut merupakan hasil wawancara saya dengan beliau.

Ketika saya menanyakan kegiatan yang dilakukan oleh Ibu Yani, ia menjawab,

“Ini kan lagi nemenin anak-anak dari sekolahan, dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) semua, karena untuk anak-anak biar refreshing, ini kan hari olahraga, makanya ibu gurunya ngajakin udah kita naik kereta yuk!,  anak-anak kan belum pernah naik kereta, yaudah kita naik kereta aja kesini.”

Ibu Yani mengaku baru pertama kali mengunjungi kota bogor, alasannya adalah ingin ke kota.
“ya kan kita dari kampung, hehehe jadi dari kampung pingin ke kota, kan kalo sabtu minggu biasanya rame, jadi kita pilih nya hari biasa biar sepi, hari-hari sekolah, ini juga instruksi dari kepala sekolah biar anak-anak refreshing tapi sepulang sekolah.” Jelas ibu Yani.

Alasan ibu Yani memilih Taman Topi sebagai tempat waktu luang nya adalah karena aksesnya yang tidak rumit, melainkan hanya naik kereta saja. Sedangkan ketika dibandingkan dengan kebun raya bogor, ibu Yani menjawab bahwa belum pernah mengunjungi, karena alasan macet.

“Ibu guru sih bilang kebun raya bagus, tapi aksesnya macet, mendingan naik kereta, anak-anak juga seneng kan ya naik kereta, PP (pulang-pergi) aja, kalo naik kereta kan ga macet dan cepet, pulang nya naik kereta lagi nanti jam 5, makanya nunggu jam 5 nih hehehe”.

“Senengnya kalo di Bogor tuh banyak mainan, mainan apa aja ada. Pengen refreshing aja, pengen tau kalo lihat kota tuh gimana sih,  jadi kalo kesini ya ngeliat sesuatu yang aneh ya, kan beda ya kayak di kampung, jadi aneh”. Jelas ibu Yani ketika saya menanyakan mengapa menghabiskan waktu luangnya di Bogor.

Menurut ibu Yani waktu luang adalah ketika ia bisa menemani anak-anak nya jalan-jalan. Karena ibu Yani hampir menghabiskan seluruh waktunya untuk anaknya. Ibu Yani mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi mengenai tempat-tempat wisata dari tetangga dan kerabat yang sudah mengetahui tempat-tempat wisata.



Pict: Ibu Yani sedang bersantai menunggu anaknya



Monday, October 5, 2015

What is Bogor Leisure Project?

Hi everyone!

Saya Maria Karina Siagian mahasiswi S1 Marketing dari Prasetiya Mulya Business School. Pada salah satu mata kuliah saya yaitu Leisure Industry, saya mendapat project yaitu melakukan City Branding untuk meningkatkan Tourism dan jumlah wisatawan nusantara terhadap kota-kota di Indonesia. Kota yang dipilih untuk menjadi bahan project ini adalah kota Bogor.


Kenapa kota Bogor menjadi kota pilihan untuk project ini? Karena Bogor merupakan kota yang sangat strategis dan masih cukup banyak peluang untuk bisa membuat kota bogor menjadi lebih menarik di bidang tourism dan leisure sehingga dapat menarik wisatawan nusantara yang ingin berkunjung ke Bogor. Disamping permasalahan kota bogor yang ada, tentu kita bisa mencari solusi untuk perbaikan kota bogor kedepannya.

Untuk mengetahui kota Bogor lebih jauh, saya melakukan depth-interview kepada 6 orang informan yang sedang melakukan Leisure Time mereka di kota Bogor. Hal ini dilakukan untuk menggali insight atau mengetahui Customer Profiling dari wisatawan nusantara yang berada di bogor. Serta mengetahui makna Leisure bagi mereka. 

So, curious about them? Stay Tuned on this blog!

-------------------------------------


#BOGORLEISUREPROJECT
#GOBOGOR
#VISITBOGOR